Tuesday, October 7, 2014

Diskusi Mingguan KSiP Tanggal 6 Oktober 2014


Pemateri mufiati
Tema : “membangun kembali pendidikan dengan tradisi ilmu”
Diskusi pada hari ini membahas tentang tema yang akan digunakan pada seminar diskusi ilmiah pendidikan beberapa hari setelahnya. Dalam diskusi ini selain membahas materi tentang tema yang akan digunakan pada seminar tersebut, juga rapat membahas segala hal lain yang terkait dengan kegiatan diskusi ilmiah yang akan dilakukan perkiraan hari kamis 09, Oktober 2014.
Pada diskusi ini sebenarnya membahas Term Of Reference yang akan diberikan kepada pemateri seminar tersebut. Pemateri pada seminar tersebut adalah Dr. Hujair sanky (beliau adalah direktur pascasarjana magister studi
islam uii) dan Dr. Muhammad qowim, dosen fakultas tarbiyah UIN SUKA sekaligus pembina KSiP sendiri.
Dalam TOR tersebut disebutkan beberapa point penting yang menjadi acuan pada seminar diskusi ilmiah yang akan dilakukan. Ada 3 point penting :
1.      Pada point pertama dijelaskan bahwa pada zaman nabi, ada sekelompok orang yang sangat haus akan ilmu, atau biasa disebut ahlu shuffah. Ahlu shuffah ini adalah sekolompok orang yang tinggal di serambi masjid nabawi. Kegiatan mereka adalah mengadakan semacam halaqah/diskusi yang diisi langsung oleh nabi. Mereka adalah cikal bakal pengembangan ilmu pengetahuan dalam dunia islam.
Pada sejarah selanjutnya kita tahu bahwa dunia islam waktu itu adalah pusat peradaban dunia. Berangkat dari semangat keilmuan ahlu shuffah, Di dunia islam perkembangan ilmu pengetahuan sangat pesat. Sebagai contoh nama-nama seperti ibnu sina sebagai pakar kedokteran awal, alkhawarizmi sebagai pakar matematika, ibnu khaldun sebagai sosiolog pertama (seharusnya ibnu khaldun, bukan auguste comte) dan tokoh-tokoh lainnya.  Pada masa ini sudah menjadi catatan sejarah bahwa islam adalah pemegang tonggak peradaban dunia.
2.      Namun dalam perjalanannya, islam mulai menunjukkan penurunan kualitas dari segi ilmu pengetahuan. Ditandai dari kekalahan perang salib, penyalinan, dan pemusnahan buku-buku ilmu pengetahuan dalam tubuh islam membuat islam menjadi ling-lung.  Islam kembali terjun dalam paradigma mistik yang tidak berdasar. Pada masa ini islam mengalami kemunduran dari segi ilmu pengetahuan yang cukup ekstrem. Islam kembali kepada masa suram ilmu pengetahuan.
3.      Pada point ini, dengan mengkontekskan dalam masyarakat indonesia mencoba memberikan solusi atas kemunduran itu. Disini dihadirkan 4 langkah yang harus terus dilakukan oleh mahasiswa sebagai agent of change untuk menjadi penggerak kemajuan ilmu pengetahuan di indonesia. Langkah tersebut adalah : membaca, menulis, meneliti, dan berdiskusi. Keempat hal tersebut bersifat dinamis. Artinya kegiatan tersebut harus terus dilakukan. 

Sehingga dengan solusi yang telah dihadirkan tadi diharapkan mampu memberikan break true terhadap common sense masyarakat intelektual di indonesia. Kebangkitan ilmu pengetahuan menjadi cita-cita bersama, semoga. ...!

0 comments:

Post a Comment