Pemateri mufiati
Tema : “membangun kembali pendidikan dengan tradisi ilmu”
Diskusi pada hari ini membahas
tentang tema yang akan digunakan pada seminar diskusi ilmiah pendidikan
beberapa hari setelahnya. Dalam diskusi ini selain membahas materi tentang tema
yang akan digunakan pada seminar tersebut, juga rapat membahas segala hal lain
yang terkait dengan kegiatan diskusi ilmiah yang akan dilakukan perkiraan hari
kamis 09, Oktober 2014.
Pada diskusi ini sebenarnya
membahas Term Of Reference yang akan diberikan
kepada pemateri seminar tersebut. Pemateri pada seminar tersebut adalah Dr.
Hujair sanky (beliau adalah direktur pascasarjana magister studi
Dalam TOR tersebut disebutkan
beberapa point penting yang menjadi acuan pada seminar diskusi ilmiah yang akan
dilakukan. Ada 3 point penting :
1.
Pada point pertama dijelaskan bahwa pada zaman
nabi, ada sekelompok orang yang sangat haus akan ilmu, atau biasa disebut ahlu shuffah. Ahlu shuffah ini adalah
sekolompok orang yang tinggal di serambi masjid nabawi. Kegiatan mereka adalah
mengadakan semacam halaqah/diskusi yang diisi langsung oleh nabi. Mereka adalah
cikal bakal pengembangan ilmu pengetahuan dalam dunia islam.
Pada sejarah
selanjutnya kita tahu bahwa dunia islam waktu itu adalah pusat peradaban dunia.
Berangkat dari semangat keilmuan ahlu shuffah, Di dunia islam perkembangan ilmu
pengetahuan sangat pesat. Sebagai contoh nama-nama seperti ibnu sina sebagai
pakar kedokteran awal, alkhawarizmi sebagai pakar matematika, ibnu khaldun
sebagai sosiolog pertama (seharusnya ibnu khaldun, bukan auguste comte) dan
tokoh-tokoh lainnya. Pada masa ini sudah
menjadi catatan sejarah bahwa islam adalah pemegang tonggak peradaban dunia.
2.
Namun dalam perjalanannya, islam mulai
menunjukkan penurunan kualitas dari segi ilmu pengetahuan. Ditandai dari
kekalahan perang salib, penyalinan, dan pemusnahan buku-buku ilmu pengetahuan
dalam tubuh islam membuat islam menjadi ling-lung.
Islam kembali terjun dalam paradigma
mistik yang tidak berdasar. Pada masa ini islam mengalami kemunduran dari segi
ilmu pengetahuan yang cukup ekstrem. Islam kembali kepada masa suram ilmu
pengetahuan.
3.
Pada point ini, dengan mengkontekskan dalam
masyarakat indonesia mencoba memberikan solusi atas kemunduran itu. Disini
dihadirkan 4 langkah yang harus terus dilakukan oleh mahasiswa sebagai agent of
change untuk menjadi penggerak kemajuan ilmu pengetahuan di indonesia. Langkah
tersebut adalah : membaca, menulis,
meneliti, dan berdiskusi. Keempat hal tersebut bersifat dinamis. Artinya
kegiatan tersebut harus terus dilakukan.
Sehingga dengan solusi yang telah
dihadirkan tadi diharapkan mampu memberikan break
true terhadap common sense masyarakat
intelektual di indonesia. Kebangkitan ilmu pengetahuan menjadi cita-cita
bersama, semoga. ...!



0 comments:
Post a Comment