Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengatakan, guru masih menghindari penggunaan media digital di dalam kelas. Padahal, banyak hal positif yang bisa didapatkan guru dari teknologi itu.
”Guru perlu mengantisipasi perkembangan teknologi. Jangan menutup diri. Ajarkan siswa menggunakan media digital dengan bijak, seperti mengajarkan keterbukaan, kreativitas, dan berpikir berbeda,” papar Anies dalam seminar bertema ”Menuju Revolusi Pembelajaran”, di Jakarta, Rabu (17/9). Seminar itu rangkaian dari perayaan ulang tahun ke-24 penerbit Grasindo.
Jika pola pikir itu tidak diubah, lanjutnya, penggunaan media digital dalam pembelajaran sekadar perubahan medium belajar. Tak ada hal bermanfaat yang didapatkan guru dan siswa.
Menurut Anies, salah satu cara guru ”memasuki” dunia anak adalah dengan memainkan permainan video di perangkat digital. Ia menganggap, banyak hal yang bisa diajarkan dari permainan itu, misalnya pelajaran menyusun strategi.
Anies menambahkan, hal itu bisa memberikan siswa inspirasi untuk berkarya. Inspirasi hadir melalui interaksi guru dengan lingkungan dan dunia siswa. ”Kalau ikut bermain, guru telah melepas jarak dengan siswa. Kita bisa mengadaptasi cara kehidupan mereka, tetapi menyarikan hikmah dan pesan positif bagi siswa,” tuturnya.
Bambang Juwono, Chief Executive Officer Pesona Edukasi, pembuat konten edukasi digital, menjelaskan, penggunaan media digital dalam pembelajaran merupakan kewajiban, terutama ter kait Kurikulum 2013.
Namun, menurut Bambang, revolusi pembelajaran tidak mudah. Ada lima hal untuk memulai, yaitu guru memiliki niat, memulai pembelajaran secara bertahap, mampu menemukan gairah dalam pembelajaran, men cari bantuan saat menemukan kesulitan, dan guru tidak berhenti belajar.
”Pembelajaran dengan media digital membantu anak memahami materi pelajaran karena teks dan aspek visual terpadu,” tutur Bambang.


0 comments:
Post a Comment